Jumat, 28 November 2008

Memilih Cat Tembok untuk Rumah Kita

oleh : Ramdhan Effendi
Pernah mengalami cat tembok rumah Anda berjamur, mengapur, warnanya menjadi belang, bergelembung atau membentuk kantong air, keluar aliran putih dari celah-celah retak rambut ?




Masalah diatas umumnya lazim terjadi pada cat dinding atau tembok. Bayangkan bahwa tujuan awal kita melakukan pengecatan adalah untuk memperindah dan melindungi tembok / dinding rumah kita, ternyata setelah dicat menuai masalah ? Bukannya indah... tapi membuat malas melihatnya.
Apa yang harus kita lakukan agar cat tembok / dinding kita terlihat bagus dan bertahan lama keindahannya.

Sebagai langkah atau tip untuk memperkecil masalah - masalah diatas timbul adalah, sebagai berikut :

  1. Pastikan bahwa tembok yang akan dicat sudah kering. Tembok yang siap dicat umumnya setelah umur tembok (plesteran dan acian) 28 hari. Secara kasat mata dan dengan cara diraba tembok dipastikan sudah tidak berkeringat lagi. Untuk meyakinkan dapat diukur dengan alat ukur protimeter dan tembok siap dicat apabila kadar air tembok berkisar <>
  2. pH tembok diukur dengan alat pH indikator berkisar <> 8 menunjukkan bahwa kondisi tembok terlalu basa (OH) dengan kata lain tingkat kandungan alkali tembok masih tinggi. Alkali tembok terjadi karena reaksi semen dan air yang tidak sempurna. Kandungan alkali pada tembok yang terlalu tinggi (> 8)akan menyebabkan warna cat tembok memudar / belang-belang.
  3. Langkah selanjutnya dilakukan pengamplasan dan perbaikan permukaan. Pengamplasan sangat penting dilakukan untuk membuka pori dan membersihkan sisa-sisa kotoran seperti debu, lemak, minyak dan lain-lain. Apabila terdapat retakan-retakan dan bagian yang tidak rata untuk tembok luar / exterior jangan menggunakan plamur / dempul tembok sebagai bahan tambalan. Plamur / dempul tembok dipakai untuk perbaikan tembok bagian daam / interior. untuk tembok luar gunakan cement filler yang biasanya dijual bersama cairan bonding agent sebagai bahan tambalan atau pengisi.
  4. Pelapisan cat dasar atau alkali sealer. Sebelum dilakukan pengecatan dengan cat tembok aplikasikan terlebih dahulu cat dasar alkali sealer, yang berfungsi memberikan lapisan dibawah cat tembok sehingga memperkecil kontak langsung dengan alkali tembok. Selain itu alkali sealer berfungsi memberikan lapisan warna putih sehingga dapat mempercepat penutupan warna cat tembok pada dinding. Alkali sealer berbeda dengan cat putih. Penggunaan cat putih sebagai dasaran pengecatan tidak akan menghindari kontak langsung alkali tembok dengan cat, tetapi hanya berfungsi membantu daya tutup cat tembok saja.
  5. Pemilihan Cat yang akan digunakan. Pengecatan untuk dinding luar pergunakan cat yang memang diposisikan untuk pengecatan tembok luar / exterior. umumnya digunakan cat weathershield atau elastomeric yang berbahan pure acrylic 100%. Pemilihan cat tembok luar harus diperhatikan bahwa cat tembok harus mamiliki kemampuan : tahan cuaca yang extrim (panas, hujan, bertahan terhadap sinar UV), mempunyai daya lekat yang baik, ketahanan terhadap air sangat baik, tahan terhadap abrasi, tidak menguning, dan memiliki ketahanan alkali yang baik. Untuk cat tembok interior yang lebih penting adalah pergunakan cat tembok dengan bebas kandungan timbal dan merkuri dan tidak cepat mengapur. Untuk cat tembok exterior pemilihan warna sangat penting. Usahakan untuk menghindari warna-warna yang berasal dari pewarna organik, karena umumnya warna-warna organik ketahanan terhadap alkali dan sinar uv rendah sehingga warna cepat memudar. Warna-warna organik, biasanya banyak digunakan pada unsur warna merah yang cerah, orange cerah, ungu / purple cerah. Kalaupun harus menggunakan warna-warna organik, pergunakan alkali sealer solvent based sebagai cat dasarnya.
  6. Ikuti anjuran pemakaian dari produsen cat dan ikuti perbandingan campuran cat dengan pengenceran yang ditunjukkan oleh produsen cat. Pergunakan air bersih sebagai pengencer.
  7. Pilih alat roll atau kuas yang berkualitas. Roll dan kuas yang berkualitas memiliki kriteria bulu-bulunya tidak mudah rontok / lepas. Perhatikan juga peruntukan roll atau kuasnya, apakah untuk cat minyak atau cat air.
  8. Hindari melakukan pengecatan pada kondisi cuaca yang terik secara extrim, ataupun pada kondisi hujan.

Demikian tips ini saya sampaikan. Semoga dapat membantu. Apabila ada pertanyaan menyangkut masalah ini jangan segan-segan menghubungi saya. Saya siap sharing dengan anda.




3 komentar:

iwan mengatakan...

tolong donk tip & Triknya saya sdg belajar jd pemborong pengecatan

Burger & Hotdog mengatakan...

Mas Iwan, saya coba buat satu artikel ttg dasar-dasar pengecatan. Coba dilihat siapa tahu membantu...... Tq, Ramdhan

mukhereghe mengatakan...

http://www.griyacom.blogspot.com
solusi masalah cat rumah anda